Category: Berita Polisi Indonesia

  • Pilot Helikopter Polri Salurkan Ratusan Al-Qur’an untuk Korban Banjir Aceh Tamiang

    Pilot Helikopter Polri Salurkan Ratusan Al-Qur’an untuk Korban Banjir Aceh Tamiang

    Pilot Helikopter Polri Salurkan Ratusan Al-Qur’an untuk Korban Banjir Aceh Tamiang
    .(Dok Humas Polri)

    Pilot dan kru Helikopter AW-169-3307 melakukan aksi kemanusiaan dengan menyalurkan bantuan berupa 145 mushaf Al-Qur’an kepada masyarakat terdampak banjir di Kabupaten Aceh Tamiang, Senin (22/12) sore.

    Kegiatan yang berlangsung di Lapangan Bima Patra tersebut menjadi momen emosional bagi para awak helikopter yang biasanya hanya terfokus pada logistik fisik di tengah situasi darurat pascabencana.

    Pembagian Al-Qur’an ini dipimpin oleh Komisaris Eko bersama kru helikopter. Bantuan tersebut merupakan amanah khusus dari seorang anggota Polda Sumatera Utara yang enggan disebutkan identitasnya untuk disalurkan kepada warga Aceh Tamiang, dengan prioritas utama bagi anak-anak.

    Inisiatif mulia ini lahir setelah adanya laporan dari personel Polri di lapangan yang melihat kondisi masjid dan musala kehilangan kitab suci akibat terendam banjir, serta keinginan kuat anak-anak di pengungsian untuk kembali mengaji.

    Eko menjelaskan bahwa dirinya merasa sangat terhormat dipercaya untuk menyampaikan bantuan spiritual tersebut. Menurutnya, informasi mengenai ketiadaan Al-Qur’an di lokasi bencana menjadi pendorong utama bagi donatur untuk mengirimkan bantuan ini guna mendukung kegiatan keagamaan di masa pemulihan.

    Penyaluran ini diharapkan dapat menjadi oase bagi anak-anak di tenda pengungsian yang selama ini terhambat aktivitas mengajinya akibat kehilangan perlengkapan ibadah.

    Sebagai pilot yang kerap bertugas dalam operasi kemanusiaan, Eko mengaku mendapatkan pengalaman batin yang berbeda dalam misi kali ini. Jika biasanya ia hanya melakukan prosedur drop bantuan tanpa mematikan mesin demi mengejar waktu dan mengantisipasi cuaca buruk, kali ini ia berkesempatan untuk turun dan berinteraksi langsung dengan warga.

    “Biasanya saya hanya melakukan drop bantuan tanpa mematikan mesin lalu langsung terbang lagi, namun kali ini saya bisa berinteraksi langsung dengan masyarakat terdampak,” ungkapnya.

    Kegiatan distribusi Al-Qur’an ini diharapkan tidak hanya membantu secara materiil, tetapi juga memulihkan semangat spiritual masyarakat Aceh Tamiang dalam menghadapi masa pemulihan pascabencana.

    Dengan kembalinya aktivitas mengaji di lokasi-lokasi pengungsian dan masjid yang mulai dibersihkan, diharapkan stabilitas psikologis warga, terutama generasi muda, dapat segera pulih setelah diterjang musibah banjir besar

  • Kapolda Metro Jaya Tinjau Ragunan, Pantau Pengamanan dan Bagikan Cokelat Buat Anak Anak

    Kapolda Metro Jaya Tinjau Ragunan, Pantau Pengamanan dan Bagikan Cokelat Buat Anak Anak

    keamanan pengunjung di momen libur Natal 2025. (Rumondang Naibaho/detikcom)
    Jakarta – Kapolda Metro Jaya Irjen Asep Edi Suheri meninjau lokasi wisata Taman Margasatwa Ragunan, Jakarta Selatan. Asep Edi meninjau proses pengamanan dan pelayanan di Ragunan.
    Pantauan detikcom di lokasi, Sabtu (27/12/2025) Irjen Asep Edi tiba di Ragunan sekira pukul 11.00 WIB. Dalam peninjauan ini Asep Edi didampingi oleh Karo Ops PMJ Kombes I Ketut Gede Wijatmika, Dirpamobvit Kombes Joko, Sulistio, Dirlantas Kombes Komarudin hingga Kapolres Metro Jakarta Selatan Nicolas Ary Lilipaly.

    Dia mulanya meninjau kesiapan pos pengamanan dan pelayanan yang ada di pintu masuk utama Ragunan. Dalam peninjauan itu, Asep Edi didampingi oleh Kepala Distamhut DKI Jakarta M. Fajar Sauri dan Kepala Unit Pengelola (UP) TMR Endah Rumiyati.

    Selanjutnya mereka berkeliling di kawasan TMR Ragunan. Mulai dari area pelikan hingga kandang harimau.

    Dalam peninjauan itu, Asep Edi juga berinteraksi dengan pengunjung. Salah satunya dengan seorang anak bernama Ahmad Ali Ramadhan asal Panimbang, Banten.

    “Katanya (Ali) pengin jadi polisi, jadi jenderal katanya,” ucap ibu Ali kepada Irjen Asep Edi.

    Foto: Kapolda Metro Jaya Irjen Asep Edi Suheri mengecek Taman Margasatwa Ragunan memastikan keamanan pengunjung di momen libur Natal 2025. (Rumondang Naibaho/detikcom)
    “Jenderal Ahmad Ali Ramadhan, ya,” timpal Asep Edi sambil memberikan cokelat kepada Ali.

    “Iya, makasih bapak,” jawab Ali senang.

    Selain kepada Ali, Asep Edi juga membagikan cokelat hingga susu kotak kepada anak-anak. Serta memberi kartu uang elektronik kepada ibu-ibu.

    “Buat belanja bu, selamat liburan,” kata Asep Edi kepada pengunjung.

    Adapun kegiatan ini untuk mengecek langsung situasi keamanan tempat wisata saat momen libur pergantian tahun. Sekaligus memastikan situasi kamtibmas tetap kondusif menjelang masa libur akhir tahun. Usai dari Ragunan, rombongan Kapolda akan melanjutkan peninjauan ke Ancol, Jakarta Utara.

  • Kapolda Metro Jaya Tinjau Ragunan, Pantau Pengamanan dan Bagikan Cokelat

    Kapolda Metro Jaya Tinjau Ragunan, Pantau Pengamanan dan Bagikan Cokelat

    Kapolda Metro Jaya Tinjau Ragunan, Pantau Pengamanan dan Bagikan Cokelat

    keamanan pengunjung di momen libur Natal 2025. (Rumondang Naibaho/detikcom)
    Jakarta – Kapolda Metro Jaya Irjen Asep Edi Suheri meninjau lokasi wisata Taman Margasatwa Ragunan, Jakarta Selatan. Asep Edi meninjau proses pengamanan dan pelayanan di Ragunan.
    Pantauan detikcom di lokasi, Sabtu (27/12/2025) Irjen Asep Edi tiba di Ragunan sekira pukul 11.00 WIB. Dalam peninjauan ini Asep Edi didampingi oleh Karo Ops PMJ Kombes I Ketut Gede Wijatmika, Dirpamobvit Kombes Joko, Sulistio, Dirlantas Kombes Komarudin hingga Kapolres Metro Jakarta Selatan Nicolas Ary Lilipaly.

    Dia mulanya meninjau kesiapan pos pengamanan dan pelayanan yang ada di pintu masuk utama Ragunan. Dalam peninjauan itu, Asep Edi didampingi oleh Kepala Distamhut DKI Jakarta M. Fajar Sauri dan Kepala Unit Pengelola (UP) TMR Endah Rumiyati.

    Selanjutnya mereka berkeliling di kawasan TMR Ragunan. Mulai dari area pelikan hingga kandang harimau.

    Dalam peninjauan itu, Asep Edi juga berinteraksi dengan pengunjung. Salah satunya dengan seorang anak bernama Ahmad Ali Ramadhan asal Panimbang, Banten.

    “Katanya (Ali) pengin jadi polisi, jadi jenderal katanya,” ucap ibu Ali kepada Irjen Asep Edi.

    Foto: Kapolda Metro Jaya Irjen Asep Edi Suheri mengecek Taman Margasatwa Ragunan memastikan keamanan pengunjung di momen libur Natal 2025. (Rumondang Naibaho/detikcom)
    “Jenderal Ahmad Ali Ramadhan, ya,” timpal Asep Edi sambil memberikan cokelat kepada Ali.

    “Iya, makasih bapak,” jawab Ali senang.

    Selain kepada Ali, Asep Edi juga membagikan cokelat hingga susu kotak kepada anak-anak. Serta memberi kartu uang elektronik kepada ibu-ibu.

    “Buat belanja bu, selamat liburan,” kata Asep Edi kepada pengunjung.

    Adapun kegiatan ini untuk mengecek langsung situasi keamanan tempat wisata saat momen libur pergantian tahun. Sekaligus memastikan situasi kamtibmas tetap kondusif menjelang masa libur akhir tahun. Usai dari Ragunan, rombongan Kapolda akan melanjutkan peninjauan ke Ancol, Jakarta Utara.

  • Saat Ziarah Makam hingga Groundbreaking Museum Marsinah, Kapolri: Mengenang Pahlawan Nasional Buruh

    Saat Ziarah Makam hingga Groundbreaking Museum Marsinah, Kapolri: Mengenang Pahlawan Nasional Buruh

    Nganjuk – Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo melaksanakan ziarah ke makam Pahlawan Nasional Marsinah di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (27/12/2025). Usai ziarah, Kapolri memimpin prosesi peletakan batu pertama pembangunan Rumah Singgah sekaligus Museum Pahlawan Nasional Marsinah di Kecamatan Sukomoro.

    Kegiatan diawali dengan ziarah ke makam Marsinah sebagai bentuk penghormatan institusi Polri terhadap tokoh buruh nasional yang telah resmi dianugerahi gelar pahlawan nasional. Kapolri dan rombongan tiba di lokasi sekitar pukul 13.00 WIB.
    Kedatangan Kapolri disambut langsung oleh Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea, serta Marsini, kakak kandung Marsinah. Turut hadir Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Kapolda Jawa Timur Irjen Pol. Nanang Avianto, Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi, Wakil Bupati Nganjuk Trihandy Cahyo Saputro, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Nganjuk.

    Sejumlah pejabat utama Mabes Polri juga mendampingi Kapolri, di antaranya Kabaintelkam Polri Komjen Pol. Yuda Gustawan, Kakorlantas Polri Irjen Pol. Agus Suryonugroho, serta Wakabareskrim Polri Irjen Pol. Nunung Syaifuddin.

    Prosesi ziarah diawali dengan pembacaan doa yang dipimpin Ketua MUI Kabupaten Nganjuk KH Ali Mustofa Said, dilanjutkan dengan tabur bunga secara khidmat oleh Kapolri bersama rombongan.
    Usai ziarah, Kapolri memimpin prosesi peletakan batu pertama pembangunan Rumah Singgah atau Museum Pahlawan Nasional Marsinah yang berlokasi tidak jauh dari makam.

    “Alhamdulillah baru saja sekaligus kita melaksanakan kegiatan ground breaking untuk rumah singgah sekaligus museum nasional bagi Ibu Marsinah, untuk mengenang beliau sebagai salah satu tokoh nasional dari buruh. Tentunya kegiatan ini kita harapkan bisa bermanfaat untuk terus menjaga semangat yang sudah diwariskan oleh almarhum Ibu Marsinah kepada rekan-rekan buruh untuk terus berjuang, mengawal dan memperjuangkan hak-hak buruh,” ujar Kapolri di lokasi.
    Kapolri menjelaskan, museum dan rumah singgah tersebut nantinya akan dilengkapi berbagai fasilitas pendukung, baik bagi kalangan buruh maupun masyarakat umum yang ingin mengenal lebih dekat sejarah perjuangan Marsinah. Lokasi tersebut juga dirancang dengan akses yang mudah bagi pengunjung.

    “Harapan kita, dengan dibangunnya museum ini, rumah singgah ini, tentunya juga bisa menghidupkan munculnya pertumbuhan ekonomi baru khususnya di desa ini karena mungkin nanti ada kunjungan-kunjungan rekan buruh dari seluruh Indonesia. Tentunya ini akan menghidupkan UMKM desa itu sendiri, dan manfaatnya bisa dirasakan masyarakat yang ada di wilayah desa. Di satu sisi ini menjadi salah satu tempat kebanggaan, karena ada tokoh nasional yang dimakamkan, dilahirkan, dan dibesarkan di tempat ini,” ucap Jenderal Sigit.

    Marsinah dikenal sebagai aktivis buruh PT Catur Putra Surya (CPS) yang diculik dan dibunuh pada Mei 1993 setelah memperjuangkan hak-hak pekerja. Perjuangannya kini diakui secara nasional sebagai simbol perlawanan terhadap ketidakadilan. Ia tercatat sebagai pahlawan nasional pertama yang lahir setelah Indonesia merdeka.
    Keluarga Marsinah, melalui Marsini, sebelumnya menyampaikan rasa bangga atas kepedulian Kapolri terhadap isu kesejahteraan buruh dan penyelesaian sengketa industrial yang dinilai sejalan dengan semangat perjuangan Marsinah. Marsini juga secara langsung mengundang Kapolri untuk berziarah ke makam adiknya di Nganjuk.

  • Momen Saat Kapolri  Ziarah ke Makam Marsinah dan Letakkan Batu Pertama Museum Pahlawan Nasional di Nganjuk

    Momen Saat Kapolri  Ziarah ke Makam Marsinah dan Letakkan Batu Pertama Museum Pahlawan Nasional di Nganjuk

    Nganjuk – Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo melaksanakan ziarah ke makam Pahlawan Nasional Marsinah di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (27/12/2025). Usai ziarah, Kapolri memimpin prosesi peletakan batu pertama pembangunan Rumah Singgah sekaligus Museum Pahlawan Nasional Marsinah di Kecamatan Sukomoro.

    Kegiatan diawali dengan ziarah ke makam Marsinah sebagai bentuk penghormatan institusi Polri terhadap tokoh buruh nasional yang telah resmi dianugerahi gelar pahlawan nasional. Kapolri dan rombongan tiba di lokasi sekitar pukul 13.00 WIB.
    Kedatangan Kapolri disambut langsung oleh Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea, serta Marsini, kakak kandung Marsinah. Turut hadir Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Kapolda Jawa Timur Irjen Pol. Nanang Avianto, Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi, Wakil Bupati Nganjuk Trihandy Cahyo Saputro, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Nganjuk.

    Sejumlah pejabat utama Mabes Polri juga mendampingi Kapolri, di antaranya Kabaintelkam Polri Komjen Pol. Yuda Gustawan, Kakorlantas Polri Irjen Pol. Agus Suryonugroho, serta Wakabareskrim Polri Irjen Pol. Nunung Syaifuddin.

    Prosesi ziarah diawali dengan pembacaan doa yang dipimpin Ketua MUI Kabupaten Nganjuk KH Ali Mustofa Said, dilanjutkan dengan tabur bunga secara khidmat oleh Kapolri bersama rombongan.
    Usai ziarah, Kapolri memimpin prosesi peletakan batu pertama pembangunan Rumah Singgah atau Museum Pahlawan Nasional Marsinah yang berlokasi tidak jauh dari makam.

    “Alhamdulillah baru saja sekaligus kita melaksanakan kegiatan ground breaking untuk rumah singgah sekaligus museum nasional bagi Ibu Marsinah, untuk mengenang beliau sebagai salah satu tokoh nasional dari buruh. Tentunya kegiatan ini kita harapkan bisa bermanfaat untuk terus menjaga semangat yang sudah diwariskan oleh almarhum Ibu Marsinah kepada rekan-rekan buruh untuk terus berjuang, mengawal dan memperjuangkan hak-hak buruh,” ujar Kapolri di lokasi.
    Kapolri menjelaskan, museum dan rumah singgah tersebut nantinya akan dilengkapi berbagai fasilitas pendukung, baik bagi kalangan buruh maupun masyarakat umum yang ingin mengenal lebih dekat sejarah perjuangan Marsinah. Lokasi tersebut juga dirancang dengan akses yang mudah bagi pengunjung.

    “Harapan kita, dengan dibangunnya museum ini, rumah singgah ini, tentunya juga bisa menghidupkan munculnya pertumbuhan ekonomi baru khususnya di desa ini karena mungkin nanti ada kunjungan-kunjungan rekan buruh dari seluruh Indonesia. Tentunya ini akan menghidupkan UMKM desa itu sendiri, dan manfaatnya bisa dirasakan masyarakat yang ada di wilayah desa. Di satu sisi ini menjadi salah satu tempat kebanggaan, karena ada tokoh nasional yang dimakamkan, dilahirkan, dan dibesarkan di tempat ini,” ucap Jenderal Sigit.

    Marsinah dikenal sebagai aktivis buruh PT Catur Putra Surya (CPS) yang diculik dan dibunuh pada Mei 1993 setelah memperjuangkan hak-hak pekerja. Perjuangannya kini diakui secara nasional sebagai simbol perlawanan terhadap ketidakadilan. Ia tercatat sebagai pahlawan nasional pertama yang lahir setelah Indonesia merdeka.
    Keluarga Marsinah, melalui Marsini, sebelumnya menyampaikan rasa bangga atas kepedulian Kapolri terhadap isu kesejahteraan buruh dan penyelesaian sengketa industrial yang dinilai sejalan dengan semangat perjuangan Marsinah. Marsini juga secara langsung mengundang Kapolri untuk berziarah ke makam adiknya di Nganjuk.

  • Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo Ziarah ke Makam Marsinah dan Letakkan Batu Pertama Museum Pahlawan Nasional di Nganjuk

    Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo Ziarah ke Makam Marsinah dan Letakkan Batu Pertama Museum Pahlawan Nasional di Nganjuk

    Nganjuk – Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo melaksanakan ziarah ke makam Pahlawan Nasional Marsinah di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (27/12/2025). Usai ziarah, Kapolri memimpin prosesi peletakan batu pertama pembangunan Rumah Singgah sekaligus Museum Pahlawan Nasional Marsinah di Kecamatan Sukomoro.

    Kegiatan diawali dengan ziarah ke makam Marsinah sebagai bentuk penghormatan institusi Polri terhadap tokoh buruh nasional yang telah resmi dianugerahi gelar pahlawan nasional. Kapolri dan rombongan tiba di lokasi sekitar pukul 13.00 WIB.
    Kedatangan Kapolri disambut langsung oleh Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea, serta Marsini, kakak kandung Marsinah. Turut hadir Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Kapolda Jawa Timur Irjen Pol. Nanang Avianto, Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi, Wakil Bupati Nganjuk Trihandy Cahyo Saputro, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Nganjuk.

    Sejumlah pejabat utama Mabes Polri juga mendampingi Kapolri, di antaranya Kabaintelkam Polri Komjen Pol. Yuda Gustawan, Kakorlantas Polri Irjen Pol. Agus Suryonugroho, serta Wakabareskrim Polri Irjen Pol. Nunung Syaifuddin.

    Prosesi ziarah diawali dengan pembacaan doa yang dipimpin Ketua MUI Kabupaten Nganjuk KH Ali Mustofa Said, dilanjutkan dengan tabur bunga secara khidmat oleh Kapolri bersama rombongan.
    Usai ziarah, Kapolri memimpin prosesi peletakan batu pertama pembangunan Rumah Singgah atau Museum Pahlawan Nasional Marsinah yang berlokasi tidak jauh dari makam.

    “Alhamdulillah baru saja sekaligus kita melaksanakan kegiatan ground breaking untuk rumah singgah sekaligus museum nasional bagi Ibu Marsinah, untuk mengenang beliau sebagai salah satu tokoh nasional dari buruh. Tentunya kegiatan ini kita harapkan bisa bermanfaat untuk terus menjaga semangat yang sudah diwariskan oleh almarhum Ibu Marsinah kepada rekan-rekan buruh untuk terus berjuang, mengawal dan memperjuangkan hak-hak buruh,” ujar Kapolri di lokasi.
    Kapolri menjelaskan, museum dan rumah singgah tersebut nantinya akan dilengkapi berbagai fasilitas pendukung, baik bagi kalangan buruh maupun masyarakat umum yang ingin mengenal lebih dekat sejarah perjuangan Marsinah. Lokasi tersebut juga dirancang dengan akses yang mudah bagi pengunjung.

    “Harapan kita, dengan dibangunnya museum ini, rumah singgah ini, tentunya juga bisa menghidupkan munculnya pertumbuhan ekonomi baru khususnya di desa ini karena mungkin nanti ada kunjungan-kunjungan rekan buruh dari seluruh Indonesia. Tentunya ini akan menghidupkan UMKM desa itu sendiri, dan manfaatnya bisa dirasakan masyarakat yang ada di wilayah desa. Di satu sisi ini menjadi salah satu tempat kebanggaan, karena ada tokoh nasional yang dimakamkan, dilahirkan, dan dibesarkan di tempat ini,” ucap Jenderal Sigit.

    Marsinah dikenal sebagai aktivis buruh PT Catur Putra Surya (CPS) yang diculik dan dibunuh pada Mei 1993 setelah memperjuangkan hak-hak pekerja. Perjuangannya kini diakui secara nasional sebagai simbol perlawanan terhadap ketidakadilan. Ia tercatat sebagai pahlawan nasional pertama yang lahir setelah Indonesia merdeka.
    Keluarga Marsinah, melalui Marsini, sebelumnya menyampaikan rasa bangga atas kepedulian Kapolri terhadap isu kesejahteraan buruh dan penyelesaian sengketa industrial yang dinilai sejalan dengan semangat perjuangan Marsinah. Marsini juga secara langsung mengundang Kapolri untuk berziarah ke makam adiknya di Nganjuk.

  • Kapolri Ziarah ke Makam Marsinah dan Letakkan Batu Pertama Museum Pahlawan Nasional di Nganjuk

    Kapolri Ziarah ke Makam Marsinah dan Letakkan Batu Pertama Museum Pahlawan Nasional di Nganjuk

    Kapolri Ziarah ke Makam Marsinah dan Letakkan Batu Pertama Museum Pahlawan Nasional di Nganjuk

    Nganjuk – Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo melaksanakan ziarah ke makam Pahlawan Nasional Marsinah di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (27/12/2025). Usai ziarah, Kapolri memimpin prosesi peletakan batu pertama pembangunan Rumah Singgah sekaligus Museum Pahlawan Nasional Marsinah di Kecamatan Sukomoro.

    Kegiatan diawali dengan ziarah ke makam Marsinah sebagai bentuk penghormatan institusi Polri terhadap tokoh buruh nasional yang telah resmi dianugerahi gelar pahlawan nasional. Kapolri dan rombongan tiba di lokasi sekitar pukul 13.00 WIB.
    Kedatangan Kapolri disambut langsung oleh Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea, serta Marsini, kakak kandung Marsinah. Turut hadir Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Kapolda Jawa Timur Irjen Pol. Nanang Avianto, Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi, Wakil Bupati Nganjuk Trihandy Cahyo Saputro, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Nganjuk.

    Sejumlah pejabat utama Mabes Polri juga mendampingi Kapolri, di antaranya Kabaintelkam Polri Komjen Pol. Yuda Gustawan, Kakorlantas Polri Irjen Pol. Agus Suryonugroho, serta Wakabareskrim Polri Irjen Pol. Nunung Syaifuddin.

    Prosesi ziarah diawali dengan pembacaan doa yang dipimpin Ketua MUI Kabupaten Nganjuk KH Ali Mustofa Said, dilanjutkan dengan tabur bunga secara khidmat oleh Kapolri bersama rombongan.
    Usai ziarah, Kapolri memimpin prosesi peletakan batu pertama pembangunan Rumah Singgah atau Museum Pahlawan Nasional Marsinah yang berlokasi tidak jauh dari makam.

    “Alhamdulillah baru saja sekaligus kita melaksanakan kegiatan ground breaking untuk rumah singgah sekaligus museum nasional bagi Ibu Marsinah, untuk mengenang beliau sebagai salah satu tokoh nasional dari buruh. Tentunya kegiatan ini kita harapkan bisa bermanfaat untuk terus menjaga semangat yang sudah diwariskan oleh almarhum Ibu Marsinah kepada rekan-rekan buruh untuk terus berjuang, mengawal dan memperjuangkan hak-hak buruh,” ujar Kapolri di lokasi.
    Kapolri menjelaskan, museum dan rumah singgah tersebut nantinya akan dilengkapi berbagai fasilitas pendukung, baik bagi kalangan buruh maupun masyarakat umum yang ingin mengenal lebih dekat sejarah perjuangan Marsinah. Lokasi tersebut juga dirancang dengan akses yang mudah bagi pengunjung.

    “Harapan kita, dengan dibangunnya museum ini, rumah singgah ini, tentunya juga bisa menghidupkan munculnya pertumbuhan ekonomi baru khususnya di desa ini karena mungkin nanti ada kunjungan-kunjungan rekan buruh dari seluruh Indonesia. Tentunya ini akan menghidupkan UMKM desa itu sendiri, dan manfaatnya bisa dirasakan masyarakat yang ada di wilayah desa. Di satu sisi ini menjadi salah satu tempat kebanggaan, karena ada tokoh nasional yang dimakamkan, dilahirkan, dan dibesarkan di tempat ini,” ucap Jenderal Sigit.

    Marsinah dikenal sebagai aktivis buruh PT Catur Putra Surya (CPS) yang diculik dan dibunuh pada Mei 1993 setelah memperjuangkan hak-hak pekerja. Perjuangannya kini diakui secara nasional sebagai simbol perlawanan terhadap ketidakadilan. Ia tercatat sebagai pahlawan nasional pertama yang lahir setelah Indonesia merdeka.
    Keluarga Marsinah, melalui Marsini, sebelumnya menyampaikan rasa bangga atas kepedulian Kapolri terhadap isu kesejahteraan buruh dan penyelesaian sengketa industrial yang dinilai sejalan dengan semangat perjuangan Marsinah. Marsini juga secara langsung mengundang Kapolri untuk berziarah ke makam adiknya di Nganjuk.

  • Kapolri Instruksikan Percepat Pemulihan Bencana Sumatera, Kebut Buka Akses Jalan dan Jembatan

    Kapolri Instruksikan Percepat Pemulihan Bencana Sumatera, Kebut Buka Akses Jalan dan Jembatan

    Kapolri Instruksikan Percepat Pemulihan Bencana Sumatera, Kebut Buka Akses Jalan dan Jembatan

    Kapolri Instruksikan Percepat Pemulihan Bencana Sumatera, Kebut Buka Akses Jalan dan Jembatan (Ist)

    JAKARTA – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menginstruksikan seluruh jajaran mempercepat pemulihan bencana alam di wilayah Sumatera. Hal ini di antaranya dengan mengebut pembukaan akses jalan dan jembatan.

    1. Percepat Pemulihan Bencana Sumatera

    Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo menyebutkan, personel juga secara langsung turun ke lapangan untuk mengecek kondisi terdampak dan memastikan kebutuhan mendesak masyarakat segera terpenuhi.

    Dedi menyatakan, untuk mempercepat pemulihan, berbagai bantuan logistik, alat berat, hingga dukungan operasional kepolisian di wilayah terdampak paling parah, terutama Kecamatan Langkahan, sudah dikerahkan.

    “Sesuai arahan dan perintah Bapak Kapolri, kami diperintahkan untuk langsung mengecek di lapangan. Dari evaluasi satu bulan ini, ada beberapa kebutuhan yang harus segera kami tindak lanjuti,” kata Dedi kepada awak media di Aceh, Sabtu (27/12/2025).

    Menurut Dedi, setelah ditinjau, salah satu faktor utama mempercepat pemulihan setelah bencana adalah membuka akses jalan dan jembatan yang terputus akibat bencana.

    “Yang paling dibutuhkan sekarang adalah akses jalan dan jembatan. Kalau akses terbuka, pemulihan bisa lebih cepat,” ujar Dedi.

    Baca Juga:
    baca_jugaPolri Kebut Identifikasi Jenazah Korban Bencana Sumatera

    Polri juga menyalurkan paket sembako yang didistribusikan Bhabinkamtibmas ke masyarakat terdampak. Selain itu, tujuh alat berat, terdiri dari ekskavator besar, ekskavator kecil, serta dump truck, dikerahkan untuk membuka akses jalan yang terputus akibat banjir.

    “Fokus kita hari ini di Kecamatan Langkahan yang kondisinya cukup berat. Akses jalan dan jembatan menjadi prioritas utama karena itu kunci percepatan pemulihan,” ucap Dedi.

    Baca Juga:
    baca_jugaBNPB: Korban Meninggal Bencana di Sumatera Bertambah Jadi 1.137 Orang dan 163 Hilang

    Polri juga menyiapkan bantuan air bersih untuk wilayah yang masih kesulitan akses air, sembari mendorong pembangunan air bor di beberapa titik. Kebutuhan sarana ibadah seperti seperangkat alat sholat dan karpet musala turut disiapkan untuk masyarakat terdampak.

    Di sektor kesehatan, hasil koordinasi dengan pemerintah daerah menunjukkan sejumlah puskesmas rusak berat. Menindaklanjuti hal tersebut, Polri telah berkoordinasi dengan pusat untuk pengiriman bantuan medis.

    “Hari ini Jakarta sudah menyiapkan 60 koli berisi obat-obatan, alat kesehatan, dan kebutuhan medis lainnya, dan langsung kita kirim,” ungkapnya.

    Sementara itu, Polsek Langkahan dilaporkan rusak parah dan tidak dapat digunakan sama sekali. Untuk mendukung operasional anggota, Polri menyiapkan perlengkapan kantor, kendaraan dinas, hingga tenda pengungsian.

    “Untuk kendaraan roda dua, sudah tidak bisa dipakai sama sekali. Kita datangkan 20 unit motor trail dari Medan, ditambah dua mobil double cabin untuk mendukung tugas anggota di lapangan,” tuturnya.

    Selain itu, sebanyak 30 tenda besar juga disiapkan untuk menunjang kebutuhan pengungsi. Hingga akhir Desember, Polri berkomitmen memenuhi seluruh kebutuhan mendesak hasil evaluasi, termasuk persiapan menghadapi bulan suci Ramadan.

    Polri juga mencatat adanya dua waduk yang jebol serta sejumlah jembatan putus akibat banjir. Untuk itu, pembangunan jembatan kecil dengan kapasitas di bawah satu ton akan segera dilakukan guna membuka kembali akses masyarakat.

    Untuk memperkuat pengamanan dan bantuan kemanusiaan, Polri mengerahkan tambahan 190 personel Brimob, masing-masing 100 personel di Aceh Utara dan 90 personel di Lhokseumawe, lengkap dengan peralatan pendukung.

    Selain Aceh Utara, Polri juga menaruh perhatian serius terhadap kondisi Aceh Tamiang yang turut terdampak cukup parah, termasuk fasilitas Polres dan asrama anggota.

    “Untuk Aceh Tamiang, kebutuhan dasar anggota sudah hampir tidak ada. Kita kirim alat tidur, kelambu, selimut, hingga 450 unit magic jar dan 450 kompor gas,” ujarnya.

    Polri menegaskan akan terus melakukan evaluasi dan pendampingan hingga seluruh operasional kepolisian berjalan normal dan beban masyarakat terdampak dapat teringankan.

    “Komitmen Polri jelas, sesuai perintah Bapak Kapolri, kami harus hadir di tengah masyarakat dan memastikan penanganan berjalan maksimal,” tutur Dedi.

  • Tangani Banjir Sumatera, Polri Siapkan Ekskavator dan Truk Dump

    Tangani Banjir Sumatera, Polri Siapkan Ekskavator dan Truk Dump

    Tangani Banjir Sumatera, Polri Siapkan Ekskavator dan Truk Dump

    Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Wakapolri) Komjen Pol Dedi Prasetyo memastikan kesiapan alat berat untuk mendukung penanganan pascabencana di sejumlah wilayah Sumatera. Langkah ini diambil guna mempercepat pemulihan di daerah terdampak. (Beritasatu.com/Aulia Rahman)

    Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Wakapolri) Komjen Pol Dedi Prasetyo memastikan kesiapan alat berat untuk mendukung penanganan pascabencana di sejumlah wilayah Sumatera. Langkah ini diambil guna mempercepat pemulihan di daerah terdampak.

     

    “Peralatan-peralatan berat, tadi Pak Astamaops sudah menyampaikan kepada saya, untuk dozer, ekskavator, kemudian truk dump juga kita persiapkan. Hari ini kita sudah persiapkan,” ujarnya di Lapangan Bhayangkara, Jakarta, Jumat (26/12/2025).

    Dedi menegaskan, dirinya akan mengecek langsung kesiapan operasional alat-alat berat tersebut pada Sabtu (27/12/2025). Pengecekan dilakukan sesuai arahan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo agar penanganan pascabencana berjalan optimal dan tepat sasaran.

    Ia memaparkan fokus utama Polri dalam satu bulan ke depan, meliputi mitigasi bencana, penyaluran bantuan logistik, penyediaan tenaga kesehatan, serta perbaikan infrastruktur di wilayah terdampak.

    Salah satu infrastruktur yang menjadi prioritas adalah pembangunan sumur bor guna memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat, khususnya di lokasi pengungsian, tempat ibadah, dan fasilitas kesehatan. Polri berkomitmen menambah jumlah sumur bor di daerah terdampak.

    “Targetnya ada sekitar 300 lokasi sumur bor yang harus segera kita tambah untuk percepatan,” ungkap Wakapolri.

    Selain itu, Polri juga memastikan penyaluran bantuan kemanusiaan kepada warga terdampak telah dilakukan melalui berbagai jalur, termasuk jalur udara. Bantuan tersebut meliputi makanan siap saji, obat-obatan, hingga air mineral.

    “Sesuai arahan Pak Kapolri, komitmen Polri adalah hadir untuk masyarakat dan harus berada di tengah masyarakat,” pungkas Dedi.

  • Brimob Polda Metro Jaya Salurkan Bakti Sosial untuk Warga Kebon Sirih

    Brimob Polda Metro Jaya Salurkan Bakti Sosial untuk Warga Kebon Sirih

    Brimob Polda Metro Jaya Salurkan Bakti Sosial untuk Warga Kebon Sirih

    JAKARTA: Di tengah kesibukan menjaga stabilitas keamanan ibu kota, Satbrimob Polda Metro Jaya terus menunjukkan kepeduliannya melalui kegiatan bakti sosial di Kelurahan Kebon Sirih, Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat. Kegiatan ini dipimpin oleh Kabagops Satbrimob Polda Metro Jaya dengan melibatkan Polwan Satbrimob PMJ sebagai bentuk nyata kedekatan Polri dengan masyarakat.

    Sebagai pusat berbagai agenda nasional dan internasional, Jakarta menuntut kesiapsiagaan tinggi dari aparat keamanan. Namun bagi Brimob Polda Metro Jaya, pengabdian tidak hanya diwujudkan melalui ketegasan dalam tugas, melainkan juga melalui empati dan perhatian yang menyentuh langsung kehidupan warga. Nilai-nilai tersebut menjadi fondasi dalam membangun rasa aman yang lahir dari kepercayaan publik.

    Kehadiran Satbrimob PMJ disambut hangat oleh masyarakat. Interaksi yang terjalin penuh keakraban, menciptakan suasana kebersamaan yang memperkuat ikatan emosional antara Polri dan warga sekitar.

    Dalam kegiatan tersebut, Satbrimob PMJ menyalurkan 125 kantong beras seberat 5 kilogram kepada 125 kepala keluarga di wilayah RT 011 dan RT 012, RW 008, Kelurahan Kebon Sirih. Penyaluran bantuan berlangsung dengan penuh kehangatan, mencerminkan wajah humanis Polri yang mengedepankan empati serta kepedulian sosial secara nyata.

    Dansat Brimob Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Henik Maryanto, menegaskan bahwa setiap langkah pengabdian Brimob berakar pada nilai kemanusiaan.

    Satbrimob PMJ berkomitmen untuk terus berjalan seiring dengan masyarakat, tidak hanya sebagai penjaga keamanan, tetapi juga sebagai bagian dari kehidupan sosial yang saling menguatkan.

    Melalui langkah sederhana namun bermakna ini, Satbrimob PMJ berharap dapat menumbuhkan harapan, mempererat kebersamaan, serta menghadirkan ketenangan bahwa di setiap sudut ibu kota, Polri selalu hadir untuk melindungi dan melayani dengan sepenuh hati.